Skip to main content

Jeritan Rakyat Dalam Puisi yang Dibacakan Jendral TNI Gatot Nurmanto



Ketika menjadi menjadi pembicara dalam acara Rapat Pimpinan Nasional, Jendral TNI Gatot Nurmanto membacakan sebuah puisi yang sangat sesuai dengan keadaan di Indonesia kita yang tercinta ini. seperti yang di lansir di Dakwah Media
"Dalam paparannya yang berjudul "Memahami Ancaman & Menyadari Jati Diri, Modal
   Mewujudkan Indonesia Menjadi Bangsa Pemenang", Panglima TNI membeberkan jika negara
   lain mengambil peluang atas kegaduhan soal suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang
        terjadi di Indonesia. Isu SARA, kata dia, paling mudah dipakai untuk provokasi di Indonesia."

Berikut puisinya yang dibaca Panglima TNI yang mendapat sambutan gempita dari hadirin. (video ada di bawah)

Tapi Bukan Kami Punya

Sungguh Jaka tak mengerti
Mengapa ia dipanggil polisi
Ia datang sejak pagi
Katanya akan diinterogasi

Dilihatnya Garuda Pancasila
Tertempel di dinding dengan gagah
Terpana dan terdiam si Jaka
Dari mata burung garuda
Ia melihat dirinya
Dari dada burung garuda
Ia melihat desa
Dari kaki burung garuda
Ia melihat kota
Dari kepala burung garuda
Ia melihat Indonesia

Lihatlah hidup di desa
Sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya

TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Lihat padi menguning
Menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Lihatlah hidup di kota
Pasar swalayan tertata
Ramai pasarnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Lihatlah aneka barang
Dijual belikan orang
Oh makmurnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Jaka terus terpana
Entah mengapa
Menetes air mata
Air mata itu IA YANG PUNYA

***

JADI, PUNYA SIAPA INDONESIA INI???

[Video Panglima TNI saat bacakan puisi di Rapimnas Golkar]


Puisi tersebut sebenarnya adalah Naskah Puisi yang dikarang oleh Denny JA yang naskah aslinya dapat kita lihat di sini

Tapi Bukan Kami Punya
Denny JA

Sungguh Jaka tak mengerti
Mengapa ia dipanggil polisi
Ia datang sejak pagi
Katanya akan diinterogasi

Dilihatnya Garuda Pancasila
Tertempel di dinding dengan gagah
Terpana dan terdiam si Jaka
Dari mata burung garuda
Ia melihat dirinya
Dari dada burung garuda
Ia melihat desa
Dari kaki burung garuda
Ia melihat kota
Dari kepala burung garuda
Ia melihat Indonesia

Lihatlah hidup di desa
Sangat subur tanahnya
Sangat luas sawahnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Lihat padi menguning
Menghiasi bumi sekeliling
Desa yang kaya raya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Lihatlah hidup di kota
Pasar swalayan tertata
Ramai pasarnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Lihatlah aneka barang
Dijual belikan orang
Oh makmurnya
TAPI BUKAN KAMI PUNYA

Jaka terus terpana
Entah mengapa
Menetes air mata
Air mata itu IA YANG PUNYA

-000-

Masuklah petinggi polisi
Siapkan lakukan interogasi
Kok Jaka menangis?
Padahal ia tidak bengis?

Jaka pemimpin demonstran
Aksinya picu kerusuhan
Harus didalami lagi dan lagi
Apakah ia bagian konspirasi?
Apakah ini awal dari makar?
Jangan sampai aksi membesar?

Mengapa pula isu agama
Dijadikan isu bersama?
Mengapa pula ulama?
Menjadi inspirasi mereka?

Dua jam lamanya
Jaka diwawancara
Kini terpana pak polisi
Direnungkannya lagi dan lagi

Terngiang ucapan Jaka
Kami tak punya sawah
Hanya punya kata
Kami tak punya senjata
Hanya punya suara

Kami tak tamat SMA
Hanya mengerti agama
Tak kenal kami penguasa
Hanya kenal para ulama

Kami tak mengerti
Apa sesungguhnya terjadi
Desa semakin kaya
Tapi semakin banyak saja
Yang BUKAN KAMI PUNYA

Kami hanya kerja
Tapi mengapa semakin susah?
Kami tak boleh diam
Kami harus melawan
Bukan untuk kami
Tapi untuk anak anak kami

-000-

Pulanglah itu si Jaka
Interogasi cukup sudah
Kini petinggi polisi sendiri
Di hatinya ada yang sepi

Dilihatnya itu burung garuda
Menempel di dinding dengan gagah
Dilihatnya sila ke lima
Keadian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kini menangis itu polisi
Cegugukan tiada henti

Dari mulut burung garuda
Terdengar merdu suara
Lagu Leo kristi yang indah
Salam dari Desa
Terdengar nada:
"Katakan padanya padi telah kembang
Tapi BUKAN KAMI PUNYA"

SALAM GENERASI PERUBAHAN Hafiz Hisbullah

Comments

Yang Mungkin Anda Suka

Angka Cerai Tinggi, muslimah HTI Ajak Masyarakat Bentengi Keluarga

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) mengajak muballighot membentengi keluarga dari liberalisasi. Langkah itu dilatarbelangi oleh tingginya angka perceraian yang menimpa keluarga Indonesia khususnya Jawa Timur. Berdasarkan data yang dilansir MHTI selama 2011 ini, dari 2 juta pernikahan setiap tahun, 12-15% berakhir dengan perceraian. Sebanyak 80% diantaranya terjadi pada masa perkawinan di bawah 5 tahun. Tidak hanya itu kasus perceraian ini 70% diantaranya terjadi karena gugat cerai. Alasan yang sering dikemukakan adalah problem ekonomi keluarga, perselingkuhan, ketidakcocokan pribadi, KDRT, hingga poligami yang tidak tepat. Di Surabaya, angka perceraian di Pengadilan Agama pada awal tahun 2011 mengalami peningkatan. Pada rentang bulan Januari-Februari tahun 2011, jumlah angka perceraian sebanyak 883, lebih banyak dibanding tahun 2010, yang tercatat 823 perkara. Dan anehnya dari angka-angka yang fantastis itu sekali lagi banyak gugatan yang justru berasal dari para...

Laporan Praktikum Rangkaian Konstruksi DC

Konstruksi Rangkaian DC A.     TUJUAN 1.       Menentukan bahan konduktor dan isolator 2.       Menyelidiki Pengaruh Saklar Terhadap Rangkaian Tertutup 3.       Menyelidiki keadaan   lampu yang diserikan dalam rangkaian tertutup 4.       Menyelidiki keadaan   lampu yang diparalelkan dalam rangkaian tertutup B.      DASAR T E ORI Menurut Young (1999: 268), arus adalah sebarang gerak muatan dari satu daerah ke daerah lainnya. Dalam situasi elektrostatis medan listrik y aitu adalah nol dimanapun di dalam konduktor, dan tidak ada arus. Akan tetapi, tidak berarti bahwa semua muatan di dalam konduktor itu diam. Dalam rangkaian listrik dikenal 3 variabel dasar yaitu kuat arus listrik, hambatan, dan tegangan. Kuat arus listrik ialah muatan netto yang mengalir melalui luas suatu media   per satuan waktu. Secara matematis, kuat...