Skip to main content

Menjadi Ibu Kreatif


PDF Print E-mail
Tuesday, 27 December 2011 16:42
Menjadi ibu adalah sunatullah bagi para perempuan. Sebuah fase kehidupan yang seolah mengalir, tampak mudah dilakoni oleh semua perempuan.  Padahal, banyak hal baru yang ditemui ibu seiring dengan perannya sebagai manajer rumah tangga.
Saat menikah, ia dituntut mampu melayani suami dengan baik. Menyediakan makanan kesukaannya, segala keperluannya, hingga memuaskan nalurinya. Lalu ketika hamil, ia harus belajar bagaimana menjadi calon ibu. Apa yang harus dilakukan selama masa kehamilan, bagaimana agar lancar dalam persalinan, dst. Begitu si kecil lahir, tambah banyak lagi pelajaran yang harus diserap ibu: bagaimana cara menyusui, merawat bayi, jika bayi sakit, dst.
Ketika di bayi tumbuh menjadi kanak-kanak, ibu harus terus memberikan rangsangan, mendampinginya bermain sembari belajar, mengajarkannya berbagai ilmu kehidipan, dst. Pendek kata, ibu adalah murid, di mana sepanjang usianya harus terus belajar. Sebab, tidak ada ilmu pasti, bagaimana menjalankan peran sebagai ibu. Setiap saat, setiap waktu ada pelajaran baru yang harus dipelajarinya. Untuk itu, ibu dituntut kreatif, terlebih memang tidak ada sekolah khusus bagi kaum ibu.
Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjadi kreatif:
1. Mencoba hal-hal baru
Dalam hal apapun, ibu jangan takut mencoba hal-hal baru yang selama ini belum pernah dilakukan. Yang penting halal, boleh dipraktikkan. Seperti mencoba resep masakan baru, yang belum pernah disajikan di rumah. Menyediakan cemilan yang belum pernah disajikan, sehingga penghuni rumah tidak bosan. Termasuk mendesain ulang interior. Ya, sekali waktu, ubahlah penempatan perabot rumah atau mengganti warna cat tembok. Suasana baru, akan menimbulkan semangat baru. Terlebih anak-anak, cepat sekali bosan. Desain ulang kamarnya, niscaya membuat anak betah beraktivitas di kamar  “baru”-nya.
2. Terus belajar
Belajar bisa dilakukan kapan saja, di mana saja dan melalui cara apa saja. Ibu pun harus menambah wawasannya, baik membaca buku, mengikuti pelatihan/seminar, browsing internet, dll. Dalam kaidah Islam ada ungkapan seperti: “belajarlah sampai ke negeri Cina”, “belajar dari sejak buaian ibu sampai ke liang lahat”, ”untuk meraih kebahagaiaan di dunia capailah dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat capailah dengan ilmu dan untuk meraih kedua-duanya capailah dengan ilmu”. Itu adalah ungkapan untuk memotivasi kita dalam membangun semangat belajar. Dan orang yang selalu belajar akan memiliki pola pikir kreatif dalam kesehariannya.
3. Sharing dengan orang-orang kreatif
Jika ingin mengetahui karakter seseorang, lihatlah dengan siapa dia berteman. Itu mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya arti seorang teman. Jika Anda selalu berhubungan dengan orang-orang kreatif, Anda akan menjadi orang kreatif. Jadi, sekali waktu ngobrollah dengan teman soal kerumahtanggaan. Muslimah tak harus membahas soal  dakwah melulu dengan teman satu pengajian, tapi juga sharing tentang pernak-pernik rumah tangga. Niscaya ada inspirasi-inspirasi baru dari obrolan itu.
4. Ciptakan suasana kondusif
Buatlah rumah tempat yang nyaman dan menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga, juga tamu atau saudara yang datang. Suasana yang menyenangkan (fun), penuh rasa humor, spontan, dan memberi ruang bagi individu untuk melakukan berbagai permainan atau percobaan. Jangan jadikan rumah tegang karena seluruh penghuni serius atau lengang tanpa obrolan plus candaan. Meski tetap menjaga suasana spiritual, memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitmen sebagai norma yang berlaku, suasana rumah yang “cair” membantu penghuni merasa bahagia.(kholda)

Comments

Yang Mungkin Anda Suka

Angka Cerai Tinggi, muslimah HTI Ajak Masyarakat Bentengi Keluarga

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) mengajak muballighot membentengi keluarga dari liberalisasi. Langkah itu dilatarbelangi oleh tingginya angka perceraian yang menimpa keluarga Indonesia khususnya Jawa Timur. Berdasarkan data yang dilansir MHTI selama 2011 ini, dari 2 juta pernikahan setiap tahun, 12-15% berakhir dengan perceraian. Sebanyak 80% diantaranya terjadi pada masa perkawinan di bawah 5 tahun. Tidak hanya itu kasus perceraian ini 70% diantaranya terjadi karena gugat cerai. Alasan yang sering dikemukakan adalah problem ekonomi keluarga, perselingkuhan, ketidakcocokan pribadi, KDRT, hingga poligami yang tidak tepat. Di Surabaya, angka perceraian di Pengadilan Agama pada awal tahun 2011 mengalami peningkatan. Pada rentang bulan Januari-Februari tahun 2011, jumlah angka perceraian sebanyak 883, lebih banyak dibanding tahun 2010, yang tercatat 823 perkara. Dan anehnya dari angka-angka yang fantastis itu sekali lagi banyak gugatan yang justru berasal dari para...

Laporan Praktikum Rangkaian Konstruksi DC

Konstruksi Rangkaian DC A.     TUJUAN 1.       Menentukan bahan konduktor dan isolator 2.       Menyelidiki Pengaruh Saklar Terhadap Rangkaian Tertutup 3.       Menyelidiki keadaan   lampu yang diserikan dalam rangkaian tertutup 4.       Menyelidiki keadaan   lampu yang diparalelkan dalam rangkaian tertutup B.      DASAR T E ORI Menurut Young (1999: 268), arus adalah sebarang gerak muatan dari satu daerah ke daerah lainnya. Dalam situasi elektrostatis medan listrik y aitu adalah nol dimanapun di dalam konduktor, dan tidak ada arus. Akan tetapi, tidak berarti bahwa semua muatan di dalam konduktor itu diam. Dalam rangkaian listrik dikenal 3 variabel dasar yaitu kuat arus listrik, hambatan, dan tegangan. Kuat arus listrik ialah muatan netto yang mengalir melalui luas suatu media   per satuan waktu. Secara matematis, kuat...